Pemkot Jakbar Kerahkan Ratusan Personel untuk Bersihkan Sedimen di Pasar Jembatan Lima

Jakarta – Dalam upaya untuk mengatasi masalah genangan yang sering terjadi di kawasan Pasar Jembatan Lima, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, secara langsung memimpin kegiatan kerja bakti besar-besaran. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 19 April 2026, ini berfokus pada pengangkatan sedimen lumpur dan tumpukan sampah yang menghalangi saluran air di sepanjang Jalan KH Mohammad Mansyur, khususnya di sekitar pasar.
Pentingnya Pembersihan Saluran Air
Kerja bakti ini melibatkan ratusan personel yang tergabung dalam Pasukan Pelangi, bersama dengan unsur pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Inisiatif ini merupakan langkah proaktif dari Pemerintah Kota Jakarta Barat untuk mengurangi resiko genangan air, terutama menjelang datangnya musim hujan.
Iin menjelaskan bahwa salah satu masalah utama di kawasan ini adalah tingginya volume sampah dan endapan sedimen yang menghambat aliran air ke Kali Krukut. Jika tidak ditangani secara komprehensif, kondisi ini dapat memicu genangan yang merugikan.
Menjaga Aliran Air agar Tetap Lancar
“Fokus kami hari ini adalah memastikan saluran air terbebas dari sampah dan sedimen,” ujar Iin. “Dengan memastikan aliran tetap lancar, kami dapat secara signifikan mengurangi potensi genangan.”
Selain menangani saluran air, Pemkot Jakarta Barat juga memberikan perhatian serius terhadap penataan kawasan di sekitar pasar, yang selama ini menjadi salah satu sumber timbulan sampah organik seperti sisa sayuran dan limbah dari aktivitas perdagangan.
Solusi Berkelanjutan untuk Pengolahan Sampah
Pemerintah daerah memiliki rencana jangka panjang untuk mengoptimalkan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan ekoenzim. Hal ini akan dilakukan melalui koordinasi dengan pengelola pasar dan instansi terkait. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah langsung dari sumbernya.
Iin menekankan bahwa upaya untuk membersihkan saluran, mulai dari saluran mikro hingga saluran penghubung, akan terus dipercepat agar seluruh sistem drainase berfungsi dengan baik sebelum intensitas hujan meningkat.
Penataan Pedagang dan Ruang Publik
Pemerintah juga memperhatikan penataan pedagang yang berjualan di tepi jalan. Melalui pendekatan persuasif, pemerintah akan bekerja sama dengan pengelola pasar agar aktivitas jual beli dapat berlangsung di lokasi yang telah ditentukan, sehingga tidak mengganggu fungsi saluran maupun akses jalan.
Dalam kegiatan bersih-bersih ini, beberapa penutup saluran yang sebelumnya terpasang secara permanen dibongkar untuk memastikan tidak ada endapan sampah yang tersembunyi di dalam saluran tertutup.
Komitmen untuk Lingkungan yang Lebih Bersih
“Saluran terbuka harus berfungsi dengan baik,” kata Iin. “Hari ini kami memastikan tidak ada lagi sampah yang terjebak di dalamnya.”
Iin menekankan bahwa target pengurangan genangan di wilayah Jakarta Barat hanya dapat dicapai melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini menunjukkan pentingnya peran aktif semua elemen dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman.
Dukungan Alat Berat untuk Normalisasi
Camat Tambora, Pangestu Aji Swandhanu, mengungkapkan bahwa kegiatan kerja bakti ini juga didukung oleh peralatan berat dan armada pengangkut sampah untuk mempercepat proses normalisasi saluran. Dalam kegiatan tersebut, dua unit ekskavator besar, satu ekskavator spider, dan belasan truk pengangkut sampah dari Suku Dinas Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air dikerahkan.
- Dua unit ekskavator besar
- Satu ekskavator spider
- Belasan truk pengangkut sampah
- Personel dari berbagai instansi
- Partisipasi masyarakat
Menurut Aji, keterlibatan lintas sektor ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan bebas dari genangan air.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dengan partisipasi semua pihak, upaya penataan kawasan dapat berjalan dengan berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah dan warga adalah kunci untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.

