DPRD Mendesak Realisasi Segera Pembangunan Jembatan Way Kandis–Fajar Baru

Ketidakcukupan infrastruktur di sejumlah daerah sering kali menjadi penghalang bagi mobilitas masyarakat. Di Bandar Lampung, kebutuhan akan pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Kelurahan Way Kandis dan Desa Fajar Baru di Lampung Selatan semakin mendesak. Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung menegaskan pentingnya realisasi proyek ini demi kemudahan akses dan kesejahteraan warga setempat. Pembangunan jembatan Way Kandis menjadi sorotan utama, terutama mengingat kondisi akses yang ada saat ini sangat memprihatinkan.
Pentingnya Pembangunan Jembatan Way Kandis
Pembangunan jembatan Way Kandis merupakan langkah krusial dalam memperbaiki infrastruktur di daerah tersebut. Desakan ini muncul setelah anggota Komisi III DPRD Bandar Lampung, Raka Irwanda, mengunjungi lokasi dan memastikan bahwa tidak ada lagi masalah yang menghalangi realisasi proyek ini, baik dari segi batas wilayah maupun kesiapan lahan yang dibutuhkan.
Raka menegaskan bahwa saat ini, akses antara kedua wilayah tersebut masih sangat terbatas. Warga mengandalkan jalan tanah dan jembatan darurat yang dibangun secara swadaya dari bahan-bahan sederhana seperti batang kelapa dan bambu. Ini menunjukkan betapa mendesaknya pembangunan infrastruktur yang memadai untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
Kondisi Terkini Akses Jalan
Dalam kunjungannya, Raka menemukan bahwa masyarakat telah berupaya keras untuk menciptakan akses sementara. Mereka bergotong royong membangun jalan dan jembatan darurat agar tidak terputus dari aktivitas sehari-hari. Menurutnya, setelah melakukan pengecekan langsung, semua kendala yang sebelumnya ada telah teratasi.
- Masyarakat telah menghibahkan sebagian tanah mereka untuk kepentingan umum.
- Batas wilayah antara Bandar Lampung dan Lampung Selatan sudah jelas.
- Kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih baik sangat tinggi.
- Pembangunan jembatan ini merupakan prioritas untuk meningkatkan konektivitas.
- Anggota dewan siap mengusulkan proyek ini melalui program aspirasi DPRD.
Raka menegaskan bahwa penting bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan. “Pembangunan jalan dan jembatan permanen sangat diperlukan, dan kami akan mengusulkannya melalui program aspirasi DPRD Kota Bandar Lampung,” ujarnya saat melakukan peninjauan.
Dukungan dari Masyarakat dan Pemerintah
Kepala Desa Fajar Baru, M. Agus Budiantoro, menyatakan rasa terima kasihnya atas langkah cepat yang diambil oleh Komisi III DPRD Bandar Lampung. Ia berharap pemerintah dapat segera menindaklanjuti usulan masyarakat, mengingat akses tersebut menjadi jalur utama penghubung antara dua daerah tersebut.
“Harapan kami adalah agar pembangunan ini segera direalisasikan, karena jalan dan jembatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkap Agus. Ketersediaan infrastruktur yang memadai akan berdampak positif terhadap mobilitas dan kesejahteraan warga di kedua wilayah.
Rencana Pembangunan di Masa Depan
Sementara itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengkonfirmasi bahwa pembangunan jembatan permanen akan diusulkan pada tahun 2027. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung, Yudistira Erik, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengetahui adanya jembatan darurat yang dibangun oleh masyarakat setempat secara gotong royong.
“Saat ini, seluruh program pembangunan untuk tahun 2026 sudah ditetapkan, sehingga usulan untuk pembangunan permanen baru bisa diajukan tahun depan,” sambung Erik. Meskipun demikian, Erik menekankan bahwa jembatan di daerah perbatasan sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah kabupaten dan kota.
Persiapan Administrasi dan Legalitas
Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan bahwa semua aspek administrasi dan legalitas terkait lahan telah dipersiapkan dengan baik. Hal ini penting untuk menghindari masalah di kemudian hari dalam pelaksanaan pembangunan jembatan Way Kandis.
- Verifikasi batas wilayah dan kepemilikan tanah telah dilakukan.
- Dokumen legalitas untuk pembangunan sedang disiapkan.
- Proses administrasi akan diawasi ketat untuk kelancaran proyek.
- Koordinasi dengan masyarakat setempat terus dilakukan.
- Pembangunan diharapkan dapat berlangsung tanpa kendala.
Dukungan dari masyarakat setempat terhadap proyek ini juga sangat positif. Salah satu warga, Simin, mengaku telah menghibahkan sebagian lahannya yang seluas empat meter untuk pembangunan akses jalan dan jembatan. “Saya ikhlas memberikan tanah saya untuk kepentingan umum. Semoga pembangunan ini bisa terealisasi,” ujarnya.
Manfaat Pembangunan Jembatan
Pembangunan jembatan Way Kandis tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Dengan adanya jembatan permanen, mobilitas barang dan jasa antara Bandar Lampung dan Lampung Selatan akan menjadi lebih lancar. Ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Adapun beberapa manfaat yang diharapkan dari pembangunan jembatan ini antara lain:
- Meningkatkan konektivitas antarwilayah.
- Mempermudah akses transportasi bagi masyarakat.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
- Menurunkan biaya transportasi barang dan jasa.
- Meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Dengan demikian, pembangunan jembatan Way Kandis bukan hanya sekedar infrastruktur fisik, tetapi merupakan investasi untuk masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di Bandar Lampung dan sekitarnya. Komitmen dari pemerintah dan dukungan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan proyek ini.
Kesimpulan: Memperkuat Komitmen Bersama
Pembangunan jembatan Way Kandis menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak dan penting untuk segera direalisasikan. Kesadaran akan pentingnya infrastruktur yang baik harus terus ditingkatkan, dan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, harus bersinergi untuk mewujudkan harapan ini. Dengan dukungan yang kuat dan komitmen yang jelas, pembangunan jembatan ini akan membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat di kedua daerah.

