Pertamina NRE Kerja Sama dengan Crectech Singapura untuk Kembangkan Bisnis Biometanol

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menunjukkan komitmennya yang semakin kuat dalam mengembangkan sektor energi terbarukan. Hal ini terwujud melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rabu, 1 April 2026, dengan CRecTech Pte. Ltd., sebuah perusahaan teknologi bersih asal Singapura. Kerjasama ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan fasilitas percontohan yang mengubah biogas menjadi biometanol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatra, Indonesia.
Mengenal CRecTech Pte. Ltd.
CRecTech Pte. Ltd. merupakan perusahaan inovatif yang berfokus pada teknologi bersih dan berlokasi di Singapura. Mereka memiliki spesialisasi dalam mengonversi gas berbasis karbon menjadi bahan baku kimia dan bahan bakar yang bernilai tinggi lewat teknologi katalitik yang dikenal sebagai CRecREF™️. Fokus utama mereka adalah mendukung upaya dekarbonisasi dan pengembangan industri kimia yang lebih ramah lingkungan.
Pentingnya Nota Kesepahaman Ini
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan di dalam negeri, terutama biogas yang memiliki potensi besar di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya membuka jalan bagi pengembangan bahan bakar hijau generasi selanjutnya, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat yang signifikan bagi Indonesia dalam rantai pasokan energi bersih global. Selain itu, pengembangan biometanol diharapkan dapat mempercepat dekarbonisasi di sektor maritim, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari sumber daya lokal yang ada.
Pernyataan CEO Pertamina NRE
John Anis, CEO Pertamina NRE, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan untuk mempercepat pengembangan energi bersih yang berbasis pada sumber daya lokal. “Kerja sama ini adalah langkah nyata Pertamina NRE untuk mengakselerasi pemanfaatan biogas menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti biometanol,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam hal pasar dan ketersediaan bahan baku, terutama dari limbah kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Dengan bermitra bersama CRecTech yang memiliki teknologi inovatif, kami percaya dapat menciptakan rantai nilai bahan bakar hijau yang kompetitif dan berkelanjutan. Kami berharap inisiatif ini tidak hanya berhenti pada tahap percontohan, tetapi dapat segera ditingkatkan ke tingkat komersial yang lebih luas, sehingga memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem energi hijau di Indonesia,” tambah John.
Studi Kelayakan Bersama
Dalam kerjasama ini, Pertamina NRE dan CRecTech sepakat untuk melakukan studi bersama dalam rangka menilai kelayakan pengembangan fasilitas percontohan yang mengonversi biogas menjadi biometanol di KEK Sei Mangkei. Jika hasil kajian menunjukkan potensi yang positif, kolaborasi ini akan berlanjut dengan penerapan teknologi katalitik CRecREF™️ pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei.
Keunggulan Teknologi CRecREF™️
Teknologi CRecREF™️ dirancang khusus untuk aplikasi pengolahan biogas, yang memungkinkan konversi aliran biogas berkualitas rendah menjadi bahan kimia hijau bernilai tinggi langsung di lokasi produksi. Hal ini mengurangi kebutuhan investasi besar yang biasanya diperlukan untuk pabrik metanol konvensional. Potensi biogas di Indonesia sangat besar, dan Pertamina NRE dianggap sebagai mitra yang tepat untuk memanfaatkan sumber daya tersebut menjadi pasokan biometanol yang bernilai komersial.
Kang Hui Lim, CEO CRecTech, menyampaikan, “Kami sangat senang dapat meresmikan kolaborasi ini dan menantikan pembuktian potensi yang dapat diwujudkan di Sei Mangkei.”
Percepatan Transisi Energi Global
Nota Kesepahaman ini juga didorong oleh kebutuhan untuk mempercepat transisi global dari bahan bakar laut konvensional ke alternatif yang lebih ramah lingkungan. Ini terutama penting dalam sektor pelayaran yang beralih dari bahan bakar fosil ke bahan bakar rendah karbon. Indonesia sendiri memiliki potensi biogas yang signifikan, terutama dari sektor kelapa sawit melalui pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME).
Pertamina NRE telah mengidentifikasi beberapa lokasi dalam portofolionya, termasuk Sei Mangkei, yang memiliki ketersediaan bahan baku dalam skala besar untuk mendukung pengembangan ini.
Masa Depan KEK Sei Mangkei
Ke depan, pengembangan rantai nilai biogas menjadi biometanol yang terintegrasi diharapkan dapat menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai pusat produksi bahan bakar hijau di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya akan memperkuat kontribusi Indonesia dalam upaya penurunan emisi global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, dan optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan dalam negeri.
Dengan langkah strategis ini, Pertamina NRE menunjukkan komitmennya untuk menjadi pemain kunci dalam transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Kerjasama dengan CRecTech ini diharapkan membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia, serta mendukung upaya global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sumber: Pertamina


