Kadiskominfo Tanjungpinang Teguh: Aplikasi Tidak Selalu Tingkatkan Layanan Publik

Peningkatan jumlah aplikasi dalam sektor pemerintahan sering kali tidak berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan publik yang diterima masyarakat. Alih-alih menciptakan lebih banyak aplikasi, masyarakat justru lebih membutuhkan layanan digital yang terintegrasi, mudah diakses, dan mampu mempercepat proses pelayanan. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai bagaimana pemerintah dapat memanfaatkan teknologi untuk memberikan layanan yang lebih baik.
Pentingnya Integrasi dalam Aplikasi Layanan Publik
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengemukakan pandangannya mengenai isu ini saat membuka Forum Sinkronisasi Tata Kelola Sertifikat Elektronik dan Sistem Elektronik Pemerintah Kota Tanjungpinang. Dalam acara yang berlangsung pada Kamis, 11 Juni, ia menekankan pentingnya mengubah perspektif pemerintah daerah terkait digitalisasi. Menurutnya, fokus utama tidak seharusnya terletak pada penambahan jumlah aplikasi, tetapi pada memastikan bahwa aplikasi yang ada dapat terhubung dan dimanfaatkan secara optimal.
“Apa yang dibutuhkan bukanlah banyaknya aplikasi, tetapi aplikasi yang saling terintegrasi dan dapat menyederhanakan proses pelayanan kepada masyarakat. Tujuan dari digitalisasi adalah untuk mempermudah layanan, bukan menciptakan kerumitan baru,” ungkap Teguh dengan tegas.
Mendorong Penerapan Layanan Digital Terpadu
Pemerintah pusat terus mendukung penerapan layanan digital terpadu, atau sering disebut single window. Hal ini mendorong perangkat daerah untuk memaksimalkan sistem yang sudah ada, alih-alih mengembangkan aplikasi baru yang tidak terhubung dengan sistem lainnya. Aplikasi yang tidak terintegrasi berisiko menciptakan silo data, menghambat pertukaran informasi antarinstansi, serta menambah beban pengelolaan dan anggaran pemerintah.
- Penggunaan aplikasi terintegrasi memudahkan akses informasi.
- Meminimalisir duplikasi data dan sistem.
- Meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya.
- Mempercepat proses pelayanan kepada masyarakat.
- Menurunkan biaya operasional pemerintah.
“Jangan hanya menciptakan banyak aplikasi yang tidak saling terintegrasi. Mari kita maksimalkan aplikasi yang sudah ada. Aplikasi dibuat untuk membantu masyarakat, bukan untuk menyulitkan mereka,” tegas Teguh.
Transformasi Digital dalam Birokrasi
Teguh menjelaskan bahwa transformasi digital saat ini merupakan bagian integral dari reformasi birokrasi melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dengan memanfaatkan teknologi, berbagai layanan pemerintahan kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, salah satunya adalah penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
Dengan adanya TTE, banyak proses administrasi yang sebelumnya mengharuskan pertemuan langsung kini dapat diselesaikan secara digital tanpa mengurangi keabsahan dokumen. Ini merupakan langkah maju dalam mempermudah akses layanan bagi masyarakat.
Tantangan di Balik Kemudahan Digital
Namun, kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi digital juga membawa tantangan baru. Ancaman kebocoran data, serangan ransomware, dan peretasan sistem menjadi risiko yang perlu diantisipasi sejak awal. Oleh karena itu, aspek keamanan informasi tidak dapat dianggap sebagai tambahan yang hanya diperhatikan setelah terjadinya insiden.
Pengamanan harus menjadi bagian dari perencanaan dan pembangunan sistem elektronik sejak tahap awal. “Saat layanan didigitalisasi, persiapan untuk keamanan siber harus dilakukan bersamaan. Jangan menunggu sampai insiden terjadi baru kemudian mengambil langkah,” kata Teguh.
Pemanfaatan Sertifikat Elektronik
Salah satu langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang adalah memperkuat pemanfaatan sertifikat elektronik untuk mendukung layanan pemerintahan digital. Sertifikat elektronik tidak hanya mendukung layanan tanpa kertas, tetapi juga menjamin keaslian, integritas, dan keabsahan dokumen elektronik yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Seiring dengan berkembangnya layanan digital, Dinas Komunikasi dan Informatika juga melakukan pendataan serta kategorisasi sistem elektronik yang digunakan oleh perangkat daerah. Langkah ini krusial mengingat jumlah aplikasi dan aset informasi pemerintah terus bertambah, sementara sumber daya dan anggaran untuk pengamanan masih terbatas.
Pemetaan Sistem untuk Keamanan yang Efektif
Melalui pemetaan ini, pemerintah dapat menentukan sistem mana yang perlu diprioritaskan dalam hal pengamanan. Dengan demikian, penggunaan anggaran dan sumber daya menjadi lebih efektif. Pemetaan juga membantu pemerintah dalam melakukan audit keamanan serta mitigasi risiko secara lebih tepat sasaran.
Teguh berharap agar seluruh perangkat daerah memiliki komitmen yang sama dalam membangun tata kelola digital yang terintegrasi sekaligus memperkuat keamanan siber di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. “Keamanan siber tidak bisa dijalankan oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Dibutuhkan kolaborasi dari semua pengelola sistem dan aset informasi agar ruang digital Pemerintah Kota Tanjungpinang semakin aman dan terpercaya,” pungkasnya.
Pendidikan dan Kesadaran Akan Keamanan Informasi
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Ririn Noviana, mengungkapkan bahwa forum ini diadakan untuk memperkuat pemahaman perangkat daerah mengenai tata kelola sertifikat elektronik, keamanan informasi, serta penyelenggaraan SPBE. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sosialisasi pemanfaatan sertifikat elektronik dan TTE, tetapi juga sebagai sarana untuk pendataan dan kategorisasi sistem elektronik yang digunakan oleh OPD, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), kecamatan, dan kelurahan melalui aplikasi SIPA.
Kegiatan forum ini dihadiri oleh 84 peserta yang terdiri dari pengelola administrasi, pengelola teknologi informasi, pranata komputer, serta administrator aplikasi dari perangkat daerah, BLUD, kecamatan, dan kelurahan dalam lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Hal ini mencerminkan komitmen bersama dalam upaya memperkuat tata kelola digital yang aman dan efisien.